Religi

PBFI Jabar: Refleksi Ramadan dan Semangat Baru Sambut Idulfitri

PBFI Jabar: Refleksi Ramadan dan Semangat Baru Sambut Idulfitri
PBFI Jabar ajak rayakan Idulfitri dengan kebahagiaan, kesehatan, dan semangat baru. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. (Matakanan.com)

Matakanan.com – Ramadan telah berakhir, meninggalkan jejak kedisiplinan dan kebersamaan yang mendalam bagi umat Muslim. Menyambut Hari Raya Idulfitri 1446 H, Perkumpulan Binaraga dan Fitnes Indonesia (PBFI) Jawa Barat mengajak masyarakat untuk terus menjaga kebugaran dan semangat kebersamaan yang telah terjalin selama bulan suci.

Ketua Umum PBFI Jawa Barat, Benny Ciptawijaya, menyampaikan bahwa Ramadan mengajarkan pentingnya keseimbangan antara ibadah, kesehatan, dan kehidupan sosial.

“Bulan Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang bagaimana kita mengasah disiplin dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam menjaga kebugaran tubuh. Setelah Idulfitri, kami mengajak seluruh masyarakat untuk tetap aktif bergerak dan tidak meninggalkan gaya hidup sehat,” ujarnya.

Benny juga menyoroti pentingnya membangun kebiasaan sehat secara konsisten, terutama bagi mereka yang ingin kembali ke rutinitas olahraga setelah berpuasa sebulan penuh.

“Banyak orang menganggap bahwa setelah Ramadan, latihan bisa langsung kembali ke intensitas penuh. Padahal, perlu ada transisi agar tubuh bisa menyesuaikan diri kembali secara bertahap,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum PBFI Jawa Barat, Ferry Slamet, S.Pd., menambahkan bahwa semangat berbagi dan kebersamaan yang terjalin selama Ramadan harus terus dipertahankan.

“Idulfitri adalah momen kemenangan, tidak hanya atas hawa nafsu, tetapi juga dalam mempererat hubungan antar sesama. Kami berharap semangat kebersamaan ini tetap berlanjut, baik di lingkungan keluarga, komunitas, maupun dalam dunia olahraga,” katanya.

Lebih lanjut, Ferry juga menyoroti pentingnya transisi pola hidup setelah Ramadan. Menurutnya, banyak orang yang mengalami perubahan pola makan dan aktivitas fisik setelah berpuasa selama sebulan penuh.

“Kami di PBFI Jabar mengajak masyarakat untuk kembali ke ritme latihan yang seimbang, menjaga pola makan yang sehat, dan tidak terjebak dalam pola konsumsi berlebihan setelah Idulfitri,” tambahnya.

Selain itu, Ferry menekankan pentingnya edukasi mengenai pola hidup sehat di masyarakat. Menurutnya, olahraga tidak hanya penting bagi atlet atau mereka yang aktif di dunia kebugaran, tetapi juga bagi semua kalangan.

“Kami ingin terus mengedukasi masyarakat bahwa kebugaran bukan hanya tentang fisik yang kuat, tetapi juga tentang kesehatan mental dan kesejahteraan secara keseluruhan. Dengan tubuh yang sehat, kita bisa lebih produktif dan menjalani kehidupan dengan lebih baik,” jelasnya.

Ramadan sendiri, menurut Benny, memberikan banyak pelajaran berharga bagi mereka yang aktif dalam dunia olahraga. Ia menjelaskan bahwa salah satu manfaat terbesar dari puasa adalah detoksifikasi tubuh.

“Ketika kita berpuasa, tubuh kita melakukan proses pembersihan alami. Ini menjadi kesempatan baik untuk memperbaiki pola makan dan mengurangi konsumsi makanan yang kurang sehat,” katanya.

Benny menambahkan bahwa kebiasaan baik yang dibentuk selama Ramadan, seperti mengatur waktu makan dan istirahat dengan lebih disiplin, bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami mendorong para atlet dan masyarakat luas untuk tetap menerapkan pola makan yang sehat, memilih makanan yang bernutrisi, dan menjaga keseimbangan antara latihan dan istirahat,” tambahnya.

Sementara itu, Ferry menegaskan bahwa aspek kebersamaan yang diperkuat selama Ramadan juga harus menjadi semangat yang terus dijaga pasca-Idulfitri.

Ia menyoroti bagaimana komunitas olahraga dapat menjadi wadah yang baik untuk mempererat silaturahmi dan membangun hubungan sosial yang lebih positif.

“Olahraga bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga tentang kebersamaan dan dukungan sosial. Dengan berolahraga bersama, kita bisa membangun solidaritas dan saling mendukung untuk mencapai hidup yang lebih sehat,” ungkapnya.

Sebagai bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan kebugaran di Jawa Barat, PBFI Jabar juga berencana untuk mengadakan berbagai kegiatan olahraga dan edukasi setelah Idulfitri.

Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat kembali ke gaya hidup aktif serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebugaran sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Di penghujung refleksi ini, Benny mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Idulfitri sebagai momentum perubahan menuju kehidupan yang lebih sehat dan produktif.

“Mari kita rayakan Idulfitri dengan kebahagiaan, kesehatan, dan semangat baru. Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua diberikan keberkahan dan kekuatan untuk menjalani hari-hari ke depan dengan penuh semangat,” pungkasnya. (*)

0 Komentar :

Belum ada komentar.